Saturday, December 13, 2008

POSISI KAMMI DALAM PEMBANGUNAN BANGSA



























Oleh : Ramlan Nugraha

Sekum KAMMI Daerah Bandung







Pada bab ini akan dijelaskan secara umum mengenai posisi KAMMI dengan elemen bangsa dan negara lainnya. Setelah selesai membaca, diharapkan kita bisa mengetahui bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan oleh KAMMI mulai dari Aceh sampai dengan Papua sana, sangat mencerminkan ciri khas gerakan mahasiswa yang selama ini dikenal murni dalam membela kepentingan rakyat.

Dengan begitu jika kamu adalah orang yang mempunyai semangat membangun negeri, tidak suka melihat pejabat pemerintah yang banyak cingcow ataupun merasa risih dengan kemiskinan yang terjadi dimana-mana, tidaklah salah kalau kamu jadikan KAMMI sebagai tempat beraktivitas. So, selamat membaca dan happy enjoyed it !






1.KAMMI dan Gerakan Mahasiswa (Gerakan Kepemudaan)



Sebagai gerakan mahasiswa, KAMMI juga sekaligus adalah gerakan kepemudaan. Dalam aturan organisasi dijelaskan bahwa syarat seorang mahasiswa diterima menjadi anggota KAMMI setingi-tingginya adalah 35 tahun. Penetapan usia ini disesuaikan dengan pengertian pemuda versi Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yaitu penduduk yang berusia antara 15 sampai dengan 35 tahun.



Dalam kaitannya dengan perubahan bangsa dan negara, peran generasi muda tidak perlu diragukan lagi. Kita bisa melihat sejarah yaitu ketika sebelum kemerdekaan Indonesia bagaimana sepak terjang mahasiswa dan pemuda bersatu padu mengusir penjajah. Peran-peran ini tentu saja tidak sampai disana, masa sekarang dan masa depan selalu ditentukan oleh bagaimana langkah yang dilakukan oleh para generasi muda. Stigma bahwa kualitas generasi muda adalah gambaran kualitas sebuah negara adalah hal yang benar, sehingga menjadikan ini sebagai spirit bagi gerakan mahasiswa dan kepemudaan untuk sama-sama meningkatkan kualitasnya masing-masing.



Apabila komitmen perbaikan dan peningkatan kualitas menjadi nafas bagi gerakan mahasiswa dan kepemudaan maka tidak perlu diragukan lagi bahwa masa depan Indonesia akan semakin maju dan melesat menjadi bangsa yang tidak hanya dihormati oleh bangsa lain tetapi bangsa yang siap memimpin dunia ke arah yang lebih baik. So tunggu apalagi, let’s move !



2.KAMMI dan Institusi Pendidikan Tinggi



KAMMI adalah gerakan mahasiswa yang tumbuh dari institusi pendidikan tinggi (kampus). Dengan jumlah anggota sekitar 50.000 orang yang berada di 205 kampus di seluruh Indonesia KAMMI merupakan aset masa depan Indonesia dan dunia Islam khususnya.



Semakin mahalnya biaya pendidikan tinggi, minimnya fasilitas pendidikan yang ada dan mulai menjauhnya para akademisi kampus dengan persoalan-persoalan rakyat menjadi polemik yang seharusnya tidak terjadi.



Kampus merupakan tempat yang paling bertanggung jawab dalam memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas rakyat Indonesia.



Atas dasar itu maka setiap anggota KAMMI di seluruh Indonesia dalam hubungannya dengan kampusnya masing-masing akan berusaha untuk menciptakan lingkungan akademis yang kritis, demokratis, berpihak kepada rakyat dan tentunya mewujudkan masyarakat kampus yang Islami.



3.KAMMI dan Gerakan Islam



Sebagai organisasi yang bertujuan untuk membumikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan, KAMMI tidak bekerja secara sendirian. Bersama dengan elemen-elemen gerakan Islam lainnya kita saling bahu membahu berupaya untuk mewujudkan tujuan mulia tersebut. Kerjasama yang dilakukan mulai dari lingkup kampus, daerah sampai nasional. Tidak hanya itu, KAMMI juga secara aktif membangun kerjasama dengan elemen-elemen gerakan Islam lainnya di seluruh dunia seperti World Assembly Moslem Youth (WAMY) dan International Islamic Federation Student Organization (IIFSO).



a.Kerjasama lingkup kampus



Sekitar bulan Februari 2006, masyarakat muslim di Indonesia gempar dengan diterbitkannya majalah Play Boy. Majalah khusus pria dewasa ini mendapat kecaman dari hampir seluruh gerakan Islam termasuk KAMMI. Penolakan atas beredarnya majalah ini marak dilakukan di masing-masing kampus, terutama dipelopori oleh KAMMI dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK).



Kerjasama yang dilakukan KAMMI dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus dan ekstra kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Hima Persis serta organisasi Islam ekstra lainnya tidak hanya terbatas pada aksi demonstrasi gabungan semata, tetapi wilayah-wilayah intelektualitas lainnya pun dikembangkan seperti diskusi, seminar, training kepemimpinan Islam, dan banyak agenda lainnya. Agenda olah raga seperti futsal pun menjadi wahana mempererat silaturahim antar gerakan. Ingin bukti, coba deh tanya teman-teman KAMMI Bogor. Mantap !



b.Kerjasama lingkup kedaerahan



Agenda kerja sama yang dilakukan KAMMI dengan gerakan Islam dalam lingkup kedaerahan adalah hal wajib yang mesti dilakukan oleh masing-masing daerah. Hal ini cukup beralasan karena KAMMI adalah bagian dari gerakan Islam.



Bentuk kerjasama yang dilakukan oleh masing-masing daerah sangatlah bervariasi. Di bawah ini salah satu contoh kerja sama yang dilakukan oleh KAMMI Daerah Bandung.



Teman-teman dari KAMMI Daerah Bandung bersama dengan Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Pemuda Persis, Persatuan Umat Islam, Tim Pengacara Muslim, Gema Nusa dan elemen gerakan Islam lainnya pada tahun 2007 membentuk suatu wadah bernama Bandung Ma’siat Watch (BMW).



Wadah tersebut bertujuan untuk mencegah dan memberantas segala bentuk kemaksiatan demi terwujudnya Bandung sebagai kota metropolitan yang beradab menuju baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur. Salah satu gebrakan yang telah dilakukan adalah berhasil mendorong Pemerintah Kota Bandung dalam menutup lokalisasi prostitusi Saritem yang sudah berumur hampir 200 tahun.



Usaha-usaha yang dilakukan BMW diantaranya :



•Membangun kerja sama dengan aparat yang berwenang untuk memberantas kemaksiatan.

•Sosialisasi dan promosi untuk mempublikasikan dan memberi pendidikan kepada masyarakat mengenai bahaya maksiat dan upaya penanggulangannya.

•Melakukan upaya-upaya hukum bagi para pelaku dan pebisnis yang berbau maksiat.

•Advokasi korban dan pelaku dengan memberikan perlindungan hukum bagi korban dan pelaku kemaksiatan yang hendak bertaubat.

•Rehabilitasi bagi mantan pelaku, dengan memberikan pelatihan dan keterampilan kerja dan atau menyediakan sarana pengobatan bagi korban.

•Membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga zakat.

•Melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah kemaksiatan lebih meluas.



c.Kerja sama lingkup nasional



Di tingkat nasional KAMMI Pusat menjadi pelopor terbentuknya Forum Pemuda dan Mahasiswa Muslim Indonesia (FPMMI). Forum ini bertujuan sebagai wadah perjuangan bersama dalam membangun masyarakat Indonesia yang Islami. Organisasi Islam yang tergabung dalam forum ini diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).



d.Kerja sama lingkup internasional



Ruang gerak KAMMI tidak hanya terbatas dalam lingkup wilayah geografis Indonesia saja, tetapi kerjasama dengan organisasi Islam di luar Indonesia pun tidak luput dari perhatian KAMMI.



Beberapa organisasi internasional seperti World Assembly Moslem Youth (WAMY) dan International Islamic Federation Student Organization (IIFSO) menjadi salah satu wahana KAMMI untuk saling bertukar ide dan gagasan dengan pemuda muslim di seluruh dunia.



Bentuk partisipasi aktif KAMMI diantaranya ikut serta dalam konferensi International Islamic Federation Student Organization (IIFSO) yang dilaksanakan di Turki pada 13-15 Agustus 2008.



Agenda pada acara tersebut lebih terfokus pada eksplorasi tentang peran pemuda pada aspek pendidikan, sains dan teknologi, politik, media, dan budaya.



Berikut sedikit catatan perjalanan yang ditulis oleh Rahman Thoha Budiarto, ST alias Amang (Sekjen KAMMI Pusat) dan M. Fikri Aziz (Ketum KAMMI Jakarta) sebagai perwakilan KAMMI dalam mengikuti konferensi tersebut. Selamat membaca dan happy enjoyed it !



4.KAMMI dan Rakyat



kemiskinan yang semakin merajalela, harga sembako yang membumbung tinggi, antrian masyarakat yang ingin membeli BBM adalah sekelumit permasalahan yang menimpa bangsa kita hari ini. Di sisi lain, pejabat pemerintah yang dengan enaknya memakai fasilitas rakyat semakin ongkang-ongkang kaki di gedung yang katanya gedung terhormat. Adanya kesenjangan ini seharusnya tidak terjadi, kalau pemerintah memihak kepada rakyat.



Adanya ketidakadilan ini menjadi perhatian serius bagi KAMMI. KAMMI yang hidup di tengah-tengah rakyat meyakini spenuhnya bahwa pengabaian terhadap rakyat adalah perbuatan dzalim yang harus dilawan. KAMMI dan rakyat adalah ibarat ruh dan tubuh. Oleh karena itu, KAMMI akan senantiasa berdiri di bagian terdepan dalam membela kepentingan rakyat, menjadi solusi bagi persoalan mereka, menghubungkan kasih sayang yang damai diantara mereka sekaligus berusaha menjadi sebab bagi kemuliaan mereka.



5.KAMMI dan Elemen Masyarakat



Menjadi bagian dari masyarakat Indonesia adalah hal yang harus kita syukuri bersama. Negara ini tidak hanya memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah tetapi juga keanekaragaman suku, bahasa dan budaya yang menjadi corak khas negara kita.

Coba kita tengok, mulai dari Sabang sampai Merauke ada berapa suku, jenis bahasa dan ragam budaya yang dimiliki oleh setiap daerah. Subhanallah, hal yang jarang kita temukan di belahan dunia manapun selain di negeri kita,Indonesia.



Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua, menjadi semangat pemersatu dari perbedaan yang ada di seantero negeri ini. Oleh karena itu, KAMMI menyadari sepenuhnya bahwa keanekaragaman yang dimiliki akan menjadi kekuatan yang bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang makmur, sejahtera dan dirahmati Allah SWT. Dalam setiap aktivitasnya, KAMMI akan senantiasa bekerjasama, bermua’amalah dan saling memberi kemanfaatan (intifa’) dengan seluruh elemen yang memiliki kepedulian yang sama dengan KAMMI. KAMMI melakukannya dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.



6.KAMMI dan Partai Politik



Sebagai organisasi gerakan mahasiswa, sikap KAMMI dalam menyikapi kondisi bangsa selalu berdasarkan prinsip moral dan intelektualitas. Posisi KAMMI yang berada di luar struktur pemerintahan menjadikan KAMMI tidak berpihak kepada partai manapun, sehingga agenda gerakannya murni untuk kepentingan rakyat.



Dalam konteks perbaikan kondisi bangsa dan negara, KAMMI akan siap bekerjasama dengan partai politik manapun yang menurut KAMMI masih mengedepankan intelektualitas, nurani, dan kpeduliannya pada rakyat. Tentunya kerjasama yang dilakukan sesuai dengan prinsip Ilahiyah, bukan berdasarkan kekuasaan ataupun materi semata.



Bagi partai politik yang hanya mengumbar janji, tidak memberikan contoh teladan bagi rakyat dan hanya mementingkan kepentingan partainya dibandingkan dengan kepentingan rakyat, maka KAMMI dengan tegas siap menjadi barisan terdepan untuk mengingatkan partai politik supaya menepati janjinya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.



7.KAMMI dan Pemerintahan



Dalam tataran sebuah negara, peran pemerintah adalah sebagai pemimpin dan pelayan. Di satu sisi berperan sebagai penanggung jawab roda pemerintahan, yang mengatur hajat hidup orang banyak dan di sisi lain menjadi pelayan bagi kepentingan masyarakat.



Selain dua peran tersebut, pemerintah sebagai pemimpin masyarakat harus mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang dipimpinnya. Hal ini sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW, yaitu :



Hadis ini menegaskan kepada kita bahwa kualitas orang-orang yang duduk di pemerintahan mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam membangun kondisi bangsa. Apabila kualitas intelektual dan spiritualnya bobrok, maka akan bobrok pula kebijakan yang dikeluarkannya. Tetapi sebaliknya, pemerintahan yang memegang teguh prinsip Ilahiyah dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya maka kualitas masyarakat pun pasti akan meningkat jauh lebih baik.



Atas dasar itu, maka sikap KAMMI terhadap pemerintah adalah :



1.Akan senantiasa memberikan kontrol dan evaluasi atas sikap dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

2.Mendukung setiap upaya perbaikan dan pembangunan yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat selama tidak bertentangan dengan syariah Islam.

3.Siap melawan pemerintah jika berlaku dzalim, melanggar prinsip syari’ah Islam, tidak peka terhadap realitas masyarakat dan tidak rasional dalam mengeluarkan kebijakan.

4.Sikap KAMMI tersebut akan dilaksanakan semaksimal mungkin dan menghindari cara-cara yang tidak bermoral dan membawa madharat lebih lanjut.



8.KAMMI dan Media Massa



Peran media massa pada zaman kiwari sangatlah penting. Kalau kita analogikan media massa ibarat sambal. Makan baso tanpa sambal, rasanya pasti kurang pas, atau istilah gandrungnya kurang ma’nyus. Begitu juga dengan kondisi sekarang, dengan adanya media massa, arus informasi dengan cepat bisa kita dapatkan.



Fungsi media massa pada dasarnya bukan hanya sebatas menyampaikan informasi dengan cepat saja, tetapi hal yang paling penting adalah konsistensinya dalam memegang teguh kode etik jurnalistik. Media massa yang cerdas akan mampu mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap fenomena sosial yang terjadi. Tetapi sebaliknya penyimpangan yang dilakukan oleh media massa secara langsung dapat membodohi masyarakat dan menghancurkan bangunan moral dan sosial Indonesia.

Dalam buku How to Handle the Media (1996), Jim Macnamara mengatakan kepada kita bagaimana caranya menghadapi media. Berikut petikannya :



Peranan KAMMI sebagai gerakan mahasiswa adalah berusaha semaksimal mungkin meningkatkan moralitas bangsa, salah satunya dengan cara mengawal setiap langkah yang dilakukan oleh media massa. KAMMI akan menempatkan diri menjadi partner bagi media massa yang sama-sama ingin mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih baik. Tetapi sebaliknya, KAMMI akan menjadi mercusuar peringatan bahkan siap jadi gong pemukul bagi media massa yang berani menyimpang dari koridor kebenaran.







Wallahu'alam bishshawab.